Selasa, 25 November 2014

Rencana Persiapan Pembelajaran ( RPP )


As'salamualaikum,Wr,Wbr....

Sebenarnya RPP tak asing lagi dalam dunia pendidikan.karena ini adalah makanan sehari-hari bagi para guru ,tapi tidak ada salahnya kalau saya bahas tentang ini.Meski hal ini sudah banyak yang membicarakan,setidaknya ini bisa menyadarkan diri saya pribadi,anggaplah sebagai catatan kecil di hidup saya,mengingat blog saya kosong tak ada catatan apapun….”LOL 

Membuat RPP sudah merupakan kewajiban seorang guru dan hal ini di atur dalam PERMENDIKNAS NO 41 TAHUN 2007 : Guru dituntut di dalam peraturan undang-undang no.14 tahun 2005 , peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 dan berbagai peraturan Mentri Pendidikan Nasional Indonesia,ini menunjukkan kita benar-benar dituntut untuk mempersiapkan rencana pembelajaran dengan serius dan benar.kalau tidak berarti kita sudah melanggar hukum ,serem jugakan.

Membuat RPP bukan merupakan pekerjaan yang sulit bagi saya dan semua teman-teman guru,Pasti karena semua sudah tahu benar bagaimana cara membuatnya,namun demikian ada saja halangannya terutama yang paling dominan penghalangnnya adanya penyakit malas.Dan ini artinya kita mengajar tanpa perencanaan sama sekali.Apa iya demikian ?.seolah bagai sampan tanpa tujuan…

Sejenak merenung… Sadarkah kita akan tugas kita sebagai guru,ada beban berat di pundak kita. Ada amanah yang demikian dahsyatnya yang Allah titipkan kepada kita,yaitu tentang masa depan anak-anak,mendidik anak-anak manusia,dan kelak semua akan dituntut pertanggung jawabanya oleh Allah.
Mengajar bukan sekedar mentrasfer ilmu dan mendapat nilai –nilai yang bagus, tapi juga mendidik membentuk karakter menanamkan hal-hal yang tak bisa ukur dengan angka-angka, dimana yang mengajarkannya pun harus dengan hati.

Sadarkah kita diam-diam mereka sangat memperhatikan kita,dari jalan ,duduk ,bicara bahkan cara makan kita sehari-hari,karena memang mereka mencari sebuah figur yang kelak akan membayangi hidup mereka,mereka akan terobsesi dengan figur yang mereka senangi dan ikuti.

Mereka membutuhkan suritauladan yang baik.Kita sebagai guru mempunyai tugas mengantarkan anak-anak didik kita pada pinggir pintu dunia kelak,mereka akan menjadi sosok yang mana ?,itu adalah tugas kita dalam membentuk karakter anak-anak bagsa.

Bila melihat sejarah ternyata nabi Muhamad S.a.w pun,telah mengajarkan perencanaan dalam menghadapi kehidupan,ini terkandung dalam sebuah hadist yang sering kita baca yaitu:
Hadits tentang menghargai waktu

عن ابن عبس رضي الله عنه قال: رسول الله صلي الله عليه وسلم قال: ﺇﻏﺗﻨﻢ ﺧﻤﺴﺎ ﻘﺒﻞ ﺧﻤﺲ؛ ﺤﻴﺎﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﻤﻮﺗﻚ٬ ﻮﺼﺤﺗﻚ ﻘﺒﻞ ﺴﻘﻤﻚ ٬ﻮﻔﺮﺍﻏﻚ ﻘﺒﻞ ﺷﻐﻠﻚ ٬ﻮﺷﺒﺎﺒﻚ ﻘﺒﻞﻫﺮﻤﻚ٬ ﻮﻏﻨﺎﻚ ﻘﺒﻞ ﻓﻘﺮﻚ
Artinya:
 Dari ibnu Abas r.a. berkata rasulullah saw, bersabda: “memanfaatkan lima keadaan sebelum datangnya lima; masa hidup sebelum datang matimu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa muda sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa fakirmu”( HR Baihaqi dari Ibnu Umar)

Hadist di atas memberikan isyarat untuk membuat perencanaan yang lengkap pada setiap kondisi dan situasi yang dialami manusia dari masa muda sampai pada masa tua.Perencanaan yang sangat rinci :
1. Manusia harus membuat perencanaan dalam kehidupannya di dunia untuk mempersiapkan kehidupannya yang lebih baik di akhirat.
2. Memanfaatkan waktu sehat untuk melakukan ibadah dan amal shaleh,agar tidak menyesal ketika menghadapi masa sakit
3. Menggunakan waktu senggang dengan sebaik-baiknya,sehingga tidak menyesal sewaktu mengalami kesibukan.
4. Memanfaatkan masa muda pada jalan yang diridoi oleh Allah,agar tidak ada penyesalan di hari tua.
5. Memanfaatkan kekayaan pada jalan yang benar,sehingga tidak menyesal apabila menghadapi masa kekurangan harta.

Perencanaa dalam Islam dimaksudkan untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya nikmat yang diberikan oleh Allah agar dapat meraih kenikmatan yang lebih besar yang disediakan oleh Allah SWT,baik di dunia maupun di akhirat.Allah SWT mengingatkan dalam QS Al-Hasyr(59):18 :
(Persiapan Untuk Akhirat)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ“

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)

Jadi jelaslah dalam islampun telah mengajarkan kepada kita untuk selalu membuat rencana dalam kondisi apapun,termasuk dalam dunia pendidikan ,yaitu perencanaan proses KBM.
Sebagai guru sebaiknya kita benar-benar menyusun RPP dengan baik,semua sekenario perlu di atur secara baik diramu sedemikaian rupa sehingga menarik dan anak-anak lebih asik mengikuti proses belajar mengajar.

Dalam KurTilas guru diharapkan mampu kereatif membuat sekenario KBM sesuai tema yang akan diberikan,disini seorang guru benar – benar diajarkan agar mahir meramu berbagai materi menjadi sebuah just tema tertentu,sehingga anak- anak suka mengikuti KBM.

Terakhir saya sedikit berpesan kepada teman-teman guru untuk biasakan memberi pujian kepada anak-anak didik kita pada setiap hasil kerja mereka,terutama mereka yang telah menunjukkan prilaku-prilaku terpuji,karena pujian akan membuat mereka lebih merasa dipahami,dihargai,dicintai dan ada rasa nyaman.Dengan demikian otak anak akan cepat berkembang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar